Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Wisata Jakarta

Jakarta Pusat
  • Di sini terdapat Istana Negara yang merupakan 'kantor' bagi Presiden Republik Indonesia. Tahun ini untuk pertama kalinya Istana Negara membuka program Wisata Istana Negara. Program wisata ini dibuka untuk umum mulai 24 Mei 2008. Di sini pengunjung akan dibawa berkeliling istana dan tentunya disambut oleh Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Wisata Istana Negara ini dibuka pada hari Sabtu dan Minggu.
  • Tidak jauh dari Istana Negara, terdapat Museum Nasional yang menyimpan berbagai macam benda-benda peninggalan sejarah,
  • Monumen Nasional (Monas) yang menyimpan naskah asli proklamasi kemerdekaan RI. Daya tarik lain adalah puncak Monas di ketinggian 64M untuk menikmati panorama gedung-gedung di Jakarta.
  • Tugu/patung proklamator RI Sukarno-Hatta, terletak di jalan Proklamasi Jakarta Pusat. Selain terdapat patung proklamator sebagai objek utamanya, juga dikelilingi oleh taman yang cukup luas dan rindang.
  • Planetarium yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki di Jl. Cikini, merupakan sarana wisata edukasi bagi anak-anak yang gemar atau tertarik dengan ilmu astronomi. Pemutaran film tentang tata surya dalam sebuah ruang dengan kubah besar merupakan pengalaman yang tak terlupakan oleh anak-anak.
  • Arena Pekan Raya Jakarta (Kemayoran) biasa diadakan setahun sekali di bulan Juni-Juli untuk memperingati ulang tahun kota Jakarta
Jakarta Barat

  • Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), berkeliling kawasan kota tua juga bisa jadi alternatif kegiatan yang menyenangkan.
  • Di wilayah Kota banyak terdapat ojek wisata kuno berupa gedung-gedung tua peninggalan masa penjajahan Belanda.
  • Berbagai mal dan pusat perbelanjaan juga telah menyiapkan beberapa program liburan untuk anak-anak yang bersifat edukatif namun menyenangkan. Seperti yang bisa dilihat di Mal Ciputra Jakarta Barat, yang meluncurkan program Go Green untuk menunjukan kepedulian terhadap pemanasan global yang makin marak dewasa ini. Program-program yang diluncurkan di antaranya bekerjasama dengan Class Octopus (sebuah taman bacaan di Mal Ciputra) yang menggelar kegiatan dimana anak-anak dapat berpartisipasi dalam menanggulangi masalah pemanasan global dan belajar untuk mencintai dan menjaga alam.
Jakarta Selatan

  • Bagi yang suka dengan satwa primata bisa berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer di Kebun Binatang Ragunan di daerah Jakarta Selatan. Di pusat primata Schmutzer ini, anak-anak bisa belajar mengenal tentang jenis-jenis primata dan habitatnya. Pusat Primata Schmutzer juga memiliki perpustakaan, museum, dan teater bioskop kecil tentang primata di Indonesia dan di dunia.
  • Taman Air Pondok Indah (Pondok Indah Waterpark) juga merupakan tujuan favorit warga Jakarta Selatan. Walaupun tidak seluas sarana wisata lainnya, namun sarana taman air pondok indah ini cukup bervariasi. Disini terdapat dua kolam dangkal untuk anak-anak, satu kolam olympic, dua arena seluncur dengan kolam di ujung, serta sebuah kolam arus berbentuk lingkaran. Lokasinya yang menyatu dengan pusat perbelanjaan Mal pondok indah dinilai cukup strategis untuk dicapai darimana pun.
  • Anak-anak juga bisa belajar membuat layangan dan keramik di Museum Layang-layang Indonesia yang berlokasi di Jalan Haji Kemang, Pondok Labu Jakarta Selatan. Museum ini memiliki lebih dari 500 layang-layang dari berbagai jenis dan ukuran yang berasal dari berbagai daerah dan negara.
  • Taman Makam Pahlawan Kalibata yang terletak di Jl. Taman Makan Pahlawan Kalibata, merupakan makam para pahlawan Indonesia termasuk pahlawan revolusi pada masa G30SPKI di tahun 65. TMP juga memiliki monumen dan danau yang luas.
  • Di lokasi perbelanjaan Pacific Place kawasan SCBD, terdapat sarana edutaintment Kidzania dimana anak-anak dapat menyalurkan dan melatih bakatnya dalam dunia pekerjaan.
Jakarta Timur

  • Di daerah Jakarta Timur terdapat objek wisata terkenal seperti Taman Mini Indonesia Indah yang menyuguhkan bentuk miniatur dari kepulauan Indonesia, Museum Purna Bhakti Pertiwi yang menyimpan benda-benda koleksi milik Mantan Presiden Soeharto, Museum Pos/Telkomunikasi, Akuarium Air Tawar atau Museum Serangga . Belum lama ini juga telah dibuka waterpark baru bernama Snow Bay tapi tiket masuk masih terbilang mahal yaitu Rp. 100.000,-/orang.
  • Bagi yang suka kegiatan alam terbuka, bisa berkemah di kawasan bumi perkemahan cibubur.


Jakarta Utara

  • Taman Impian Jaya Ancol merupakan area wisata yang paling sering diserbu oleh wisatawan saat liburan tiba. Di kawasan Ancol ini juga terdapat berbagai wahana wisata seperti Dunia Fantasi (Dufan), Seaworld Indonesia, berseluncur di es yang dingin di Ice World, berenang di Atlantis Waterpark, atau bersenda gurau bersama lumba-lumba di Gelanggang Samudera. Bagi yang suka tantangan juga tersedia fasilitas outbound bernama Outboundholic untuk anak maupun dewasa.
  • Melihat-melihat Rumah Si Pitung di kawasan Cilincing, selain berwisata juga bisa menjadi ajang pengenalan tokoh-tokoh pahlawan Betawi seperti Si Pitung kepada anak-anak.
  • Sedangkan Jakarta Food Festival di Mal Kelapa Gading bisa menjadi tempat berkumpul keluarga dan berpetualang mencicipi kuliner Indonesia.
ada tempat wisata/hiburan menarik lainnya di Jakarta? share disini ya...

dc-dari berbagai sumber web, blog, media, dll.

Ayo Mengenal Jakarta

Sebagai warga yang lahir dan besar di Jakarta, kudu tahu juga nih riwayat kota tercinta ini. Diambil dari website jakarta.go.id, mungkin bisa memperluas informasi tentang sejarah Jakarta yang dulunya lebih dikenal dengan Batavia. Bertepatan dengan ulang tahun Jakarta yang ke 482, wajah Jakarta yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan republik tercinta Indonesia ini semakin menunjukkan usahanya untuk berbenah dan mempercantik diri dari berbagai pesoalan yang ada seperti banjir, kemacetan lalulintas dan masalah-masalah lain yang tidak hanya menjadi tugas bang Fauzi Bowo sebagai gubernur DKI Jakarta sekarang tapi juga memerlukan peran serta aktif dari masyarakat Jakarta itu sendiri. Ayo, kita mulai dari hal-hal kecil untuk Jakarta tercinta ini. Mulailah dari diri sendiri untuk menjaga kebersihan, tertib lalulintas, saling menghormati dan hal positif lain untuk membangun lingkungan kita.

Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai.

Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.

Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang.

Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden.


Tips Liburan

Liburan sudah didepan mata, sudah punya rencana jalan kemana kali ini? Sebelum mengisi liburan, ada baiknya kita rencanakan terlebih dahulu agar liburan kali ini berkesan dan menyenangkan. Beberapa tips berikut bisa menjadi acuan dalam merencanakan liburan:

  1. Kemana tujuan liburan kali ini? Tentukan dan pastikan tempat tujuan wisata anda sesuai keinginan, gali informasi lewat internet atau agen perjalanan bila perlu.
  2. Buatlah daftar objek wisata yang akan dikunjungi agar enggak bingung saat tiba ditempat wisata.
  3. Siapkan baju ganti/pakaian secukupnya sesuai kebutuhan, pilih bahan yang sesuai dengan kondisi alam tempat wisata.
  4. Peralatan mandi.
  5. Bila tujuan wisata daerah panas, jangan lupa bawa topi, kacamata hitam dan sun block atau tabir surya.
  6. Penting juga nih bawa persediaan obat-obatan ringan buat jaga-jaga seandainya butuh tindakan P3K.
  7. Camilan atau buku-buku yang bisa dijadikan teman diperjalanan. Dan ingat jangan sampai kurang minum ya, nanti dehidrasi.
  8. Bila si kecil ikut jangan lupa bawa mainan favoritnya untuk mengusir kebosanan.
  9. Kamera, handycam perlu juga dibawa ya tapi ingat charger jangan sampai ketinggalan bila bepergian untuk jangka waktu yang lama.
  10. Bila ada rencana mampir ketempat sanak saudara jangan lupa souvenirnya, lebih bijak lagi kalau kita telah buat daftar hadiah.
  11. Siapkan dana segar selama aktivitas liburan, jangan sampai kehabisan bensin dijalan ya…
  12. Titip rumah pada tetangga sebelah bila bepergian dalam waktu lama, tapi jangan lupa oleh-olehnya…. Dan jangan lupa berdoa dulu sebelum pergi berwisata.

    Semoga liburan kali ini menyenangkan untuk semua…… Selamat berlibuur……

    dc-0609

Palembang














Mendengar nama kota ini disebut, anda pasti langsung teringat dengan makanan khasnya, pempek. Sebenarnya gak cuma pempek aja yang menjadi makanan khas kota tertua di Indonesia ini mulai makanan ringan sampai berat bisa kita dapat di kota wisata air ini, sebut saja Lempuk Durian, Kue Delapan Jam, Tempoyak, Kerupuk Kemplang, Mie Celor, Tekwan, Burgo, Pindang Meranjat, Nasi Minyak, hingga Martabak HAR. Boleh di bilang Palembang adalah surga kuliner di Indonesia. Keburu kenyang kalo kita bahas makanan ya..
Kota Palembang adalah salah satu kota (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya) sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota ini dahulu merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum dihancurkan oleh Majapahit. Sampai sekarang bekas area Kerajaan Sriwijaya masih ada di Bukit Siguntang, di Palembang Barat. (wikipedia)
Untuk objek wisata sendiri, banyak tempat menarik yang bisa kunjungi. Rute wisata kami kali di mulai dengan menyaksikan indahnya Jembatan Ampera di malam hari karena kebetulan kami tiba malam hari setelah menempuh perjalanan 15 jam dari Jakarta. Jembatan yang merupakan ikon kota Palembang ini di bangun pada tahun 1960 menghubungkan Palembang Hilir dan Palembang Hulu yang dipisahkan oleh sungai Musi.
Pagi hari berikutnya kami mulai dengan menikmati Mie Celor 26 Ilir di Jl. K.H. Ahmad Dahlan, karena katanya disini yang paling enak. Penelusuran kami teruskan dengan mengunjungi Masjid Agung dan diteruskan ke Gelora Sriwijaya (Jaka Baring) markas Sriwijaya FC dan lanjut ke Bukit Siguntang. Hari makin sore saat kami melanjutkan perjalanan ke Benteng Kuto Besak yang berdiri megah menghadap sungai musi yang ramai dengan rumah apung dan speed boat atau ketek yang hilir mudik memecah riak-riak sungai. Malam pun kami habiskan dengan mengunjungi pusat-pusat belanja yang juga banyak terdapat di Palembang.
Pagi kali ini kami jadwalkan untuk mengunjungi pulau Kemaro dengan menggunakan speed boat dari tepi sungai Musi. Dalam pulau Kemaro sendiri terdapat Vihara Cina dan Pagoda yang masih dalam tahap penyelesaian pada saat kami berkunjung. Setelah dari pulau Kemaro saya sempatkan untuk ambil foto Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang masih terletak di sekitar tepian sungai Musi meski gak sempat masuk kedalam karena harus segera bergegas ke Taman Punti Kayu di Jalan Kolonel Barlian. Cukup menarik karena di tengah sibuknya kota Wongkito ini masih terdapat Taman Wisata Alam, meski kayanya lebih banyak digunakan orang untuk pacaran. Malam kali ini kami habiskan dengan kembali mengunjungi indahnya Jembatan Ampera di malam hari setelah sebelumnya menikmati durian di pasar Kuto.
Sebenarnya gunung Dempo dan sekitarnya jadi tujuan selanjutnya dari perjalanan ini tapi sayang waktu libur terbatas... next time mudah-mudahan bisa main lagi ke Palembang.
Belum lengkap rasanya bila tidak membawa oleh-oleh khas Palembang, hingga kami pun hunting makanan di pasar Cindai. O iya, selain banyaknya makanan khas yang bisa kita jadikan buah tangan, ada juga songket Palembang dengan motif-motif khas tapi harganya cukup mahal.
Temans punya pengalaman menarik di Palembang? Share juga ya…

Sumbar - Danau Singkarak






Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman. (wikipedia)
Danau Singkarak terletak pada ketinggian 36,5 meter diatas permukaan laut dan juga merupakan danau terluas kedua di pulau Sumatera setelah danau Toba.
Dengan airnya yang jernih, danau Singkarak merupakan habitat ikan Bilih (Mystacoleucus Padangensis) yang menurut masyarakat sekitar, ikan Bilih hanya hidup di danau ini, dan menjadi salah satu makanan khas selain gulai Bauang tentunya.
Perjalanan ke Danau Singkarak sendiri merupakan salah satu dari beberapa tujuan wisata kami di Sumatera Barat seperti Jam Gadang di Bukit Tinggi, Ngarai Sianok, Goa Jepang, Benteng Fort de Cock, kebun binatang Taman Puti Bungsu, Istana Pagaruyuang dan Batu Basurek di Batu Sangkar, Danau di Atas Danau di Bawah, Pantai tempat si Malin di kutuak jadi batu di Padang dan tentunya makanan khas Padang yang nikmat rasonyo. Semoga bisa dibahas satu-satu deh….
Keindahan danau Singkarak mulai kami nikmati sepanjang jalan raya yang berada pinggir danau, yang menghubungkan Padangpanjang dengan Solok.
Sudah dua kali saya berkunjung ke Danau Singkarak. Kejernihan dan riak-riak kecil air danau tak mampu menahan hasrat saya untuk tidak berenang. Tak lama setelah turun dari kendaran saya pun langsung nyebur ke danau, rancak bana….
Indonesia memang kaya akan keindahan alam, dan Sumatera Barat adalah salah satu wilayah di Indonesia yang menawarkan banyak objek-objek wisata alamnya. Rasanya tidak cukup waktu satu minggu untuk menikmati keindahan ranah minang ini. Amboii….


Pulau Batam








Batam, merupakan satu dari sekian banyaknya gugusan pulau yang terdapat di kepulauan Riau. Batam yang dikenal sebagai pusat industri dan perdagangan , merupakan pulau yang sangat strategis karena berada dalam jalur pelayaran internasional dan sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Banyak orang Indonesia pergi ke dua negara ini melalui Batam buat irit fiskal LN.
Disamping sebagai pusat industri (kawasan Muka Kuning terkenal sebagai kawasan industri di Batam) dan perdagangan, Batam juga memiliki objek wisata yang menarik, mulai dari tempat-tempat belanja seperti di Batam Centre, Komplek Nagoya, Komplek Jodoh, hingga pasar second untuk barang-barang bekas. Untuk wisata laut dan pantai, ada pantai Nongsa, pantai Melur, Marina City dan pantai lain yang tidak bisa saya sebutkan.
Dua tempat yang paling menarik buat saya adalah Jembatan Barelang dan Pulau Galang. Jembatan Barelang adalah ikon pulau Batam yang panjangnya 2.264 m yang menghubungkan pulau Batam, Rempang dan Galang. Bila di San Francisco punya Golden Gate, maka kita punya Jembatan Barelang di Batam. Hebat!!! Sedang Pulau Galang adalah kamp pengungsian yang menyisakan cerita masa lalu para pengungsi dari Vietnam pada masa perang saudara di Vietnam sekitar tahun 1975. Banyak yang bilang belum ke Batam namanya kalo tidak ke Jembatan Barelang dan Pulau Galang.
Ada lagi yang menarik bagi saya di Batam, Taksi disini layaknya angkutan umum ditempat lain bisa ambil penumpang ditengah jalan meski kita sudah didalam taksi. Lebih baik sewa mobil aja kalo jalan-jalan di Batam, mudah kok tinggal cari aja penyewaan dikoran lokal dan buat janji penyewaan sama yang punya mobil, kalo lagi beruntung kita bisa dapat mobil bagus dengan harga sewa murah.


Namun satu yang bikin saya sedikit kesal begitu tiba di Batam. Kebetulan saya lewat laut menggunakan Jetti dari pelabuhan Dumai. Tiba di pelabuhan Sekupang Batam, ampun deh, saya merasa bukan di negara sendiri, repot ditanya ini itu, harus urus dokumen dulu, dan mesti ada orang Batam yang jamin saya untuk bisa tinggal beberapa hari di Batam. Buat masukan, lebih baik pakai pesawat udara aja, karena tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, gak ada proses yang ribet seperti di pelabuhan. Anyway, Lets go to the bridge !

Pantai Ciputih





Kawasan Pariwisata Taman Nasional Ujung Kulon merupakan objek wisata yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, khususnya Badak Jawa Bercula Satu (Rhinoceros Sondaicus) dan cagar budaya dunia. Selain dua hal tersebut, dalam kawasan pariwisata Taman Nasional Ujung Kulon juga terdapat objek wisata lain yang tak kalah bagus dan menarik, Pantai Ciputih salah satu diantaranya.
Termasuk dalam daerah Kabupaten Pendeglang, Banten, Pantai Ciputih terletak di Desa Sumur yang bisa kita tempuh dalam waktu 6 jam dari Jakarta.
Kondisi pantai yang masih bersih dan dengan keindahan pasir putihnya menjadi andalan kawasan pantai ini. Salah satu resort yang berada persis di sisi pantai adalah Ciputih Beach Resort tempat saya dan teman-teman menginap. Karena letaknya sangat dekat dengan pantai, aroma laut dan deburan ombak dapat dengan jelas dirasakan meski kita berada dalam kamar cottage.
Everytime time swim and swim !!! Gitu kali ya kalo kita liburan di Pantai Ciputih. Bahkan setelah berenang dilaut, kita bisa lanjutkan lagi berenang di kolam renang yang ada di resort. Jari ampe pada ba’al…… Siang main air, malem bisa kita isi dengan bakar ikan buat santap malam, hmmmmm maknyuss….. (pinjam istilah om Bondan).
Waktu itu sih masih ada dermaga yang kondisinya memprihatinkan tapi bikin view jadi tambah bagus, gak tau sekarang masih ada pa nggak. Buat yang suka pantai, pasti akan suka Pantai Ciputih. Let’s get wet !!!!

Goa Buni Ayu







Acara jalan-jalan kali ini caving di salah satu goa yang terletak di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Namanya Goa Buni Ayu, tepatnya di Kecamatan Nyalindung 35 km sebelah tenggara Kota Sukabumi. Goa Buni Ayu menawarkan wisata goa bawah tanah dengan hiasan stalagtit dan stalagmit yang beraneka macam bentuk dan keunikannya, sungai dibawah tanah, dan beberapa species binatang terdapat dalam goa yang gelap gulita ini. Goa yang didalamnya terdapat 4 lorong antara lain goa Landak ( 500 m ), goa Minat Khusus ( 3,5 km ) dan goa Cisapi juga terdapat goa vertikal dengan kedalaman 30 meter.

Sebelum penelusuran dimulai, terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh guide yang akan memandu kami dan perangkat caving minimum yang harus digunakan. Penelusuran sendiri dimulai dengan menuruni mulut goa sedalam +/- 30 meter menggunakan tali. Dilanjutkan dengan menelusuri keindahan stalagtit dan stalagmit lorong goa Buni Ayu. Semakin lama penelusuran semakin asik aja karena di samping keindahan stalagtit dan stalagmitnya, medan yang harus kami lalui juga lumayan bikin excited !! Gimana enggak, mulai sungai-sungai bawah tanah yang jernih, lorong-lorong sempit yang mengharuskan kami melewatinya dengan berbaring, lumpur yang bikin sepatu bot ketinggalan, sampai tebing-tebing berlumpur yang bikin deg-degan. Penelusuran berakhir +/- dalam waktu 4 jam yang dilanjutkan dengan bersih-bersih di air terjun yang letaknya lumayan jauh dari mulut goa. So far penelusuran goa Buni Ayu memberikan kepuasan tersendiri buat saya dan teman-teman yang ikut.

Foto-foto yang saya muat adalah hasil foto Sagita dengan kamera Nikon-nya dan Wati dengan Olympus-nya.

air Terjun Cikaso






Jalan-jalan selanjutnya dilanjutkan ke air terjun Cikaso. Sebenarnya tujuan ini merupakan destinasi kedua setelah ke Ujung Genteng. Lokasi air terjun Cikaso sendiri terletak di daerah Cikaso yang berada dalam jalur pulang kami dari Ujung Genteng. Kendaraan yang kami bawa diparkir cukup jauh dari lokasi air terjun. Untuk mencapai air terjun kami harus berjalan kaki melewati pematang sawah dan tepian sungai yang bersumber dari air terjun Cikaso. Tapi jangan khawair, rasa lelah dan capek akan terbayar dengan keindahan air terjun Cikaso yang memiliki setidaknya 4 titik air terjun dan penampang air terjun yang cukup luas untuk kami gunakan berenang. Setidaknya keindahan dan eksotisme air terjun Cikaso akan memberikan kepuasan tersendiri buat kami. Saat kami berkunjung pun banyak klub fotografi yang menjadikan air terjun Cikaso sebagai obyek jepretannya. Dan meskipun kami bukan anggota klub fotografi, tapi foto-foto hasil jepretan kami juga lumayanlah… (daripada lu manyun, hehehe…)

Ujung GentEng






Jalan-jalan ke daerah Sukabumi lainnya, kali ini ke daerah pesisir pantai. Destinasi kali ini ke Ujung Genteng. Mungkin karena letaknya yang memang di ujung daerah Sukabumi makanya dinamai Ujung Genteng. Lokasinya sendiri terletak didaerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang berjarak +/- 200 km dari Jakarta. Dengan perjalanan +/- 6 jam serta variasi jalan yang berkelok-kelok dan menanjak, Ujung Genteng dapat kita capai setelah melewati beberapa wilayah seperti Kiara Dua, Jampang Kulon dan Surade.

Pantai Ujung Genteng masih masih bersih dan ombaknya juga lumayan besar. Kita bisa lihat sunset di pantai ini. Pada saat air laut surut kita dapat berjalan-jalan diatas karang-karang yang terhampar luas dengan deburan ombak diujung karang. Tempat menarik lain yang terdapat di Ujung Genteng adalah di pantai Pangumbahan dimana kalo beruntung kita bisa menyaksikan secara langsung penyu hijau bertelur (Chelonia Mydas ). Perjalanan ke pantai Pangumbahan sendiri dapat di tempuh dengan menggunakan ojek atau mobil 4WD karena jalur yang harus di lalui cukup berat, selain jalan berpasir kita juga harus memotong aliran sungai kecil. Jangan harap bisa lewat kalau pakai sedan. Sesampainya di pinggir pantai pun kita harus menunggu beberapa lama berharap ada penyu hijau yang singgah untuk bertelur. Oh iya, selama menunggu kita dilarang untuk berisik dan menyalakan senter yang kita bawa karena akan membuat penyu yang akan bertelur takut. Bila beruntung, kita bisa secara langsung melihat atau bahkan menyentuh hewan yang katanya bisa hidup hingga 350 tahun ini.

Menggunakan digital camera milik Sagita, Wati dan Utet, kami dapat gambar-gambar untuk menyimpan memori yang indah ini. Temans punya info tambahan untuk Ujung Genteng? Share disini ya….

place i like to visit











banyak tempat yang seneng saya kunjungi, kalo ada istilah dari gunung sampai kelaut, maka tempat yang paling saya sukai ya gunung dan laut, ditengah antara dua obyek tersebut saya anggap biasa-biasa aja, gak terlalu excited. kalo lihat gunung rasanya pengen manjat aja (padahal bukan spiderman) n kalo lihat laut pengennya langsung nyebur (padahal bukan denny manusia ikan). kalo gak ada waktu n gak ada duit, paling jalan-jalan aja disekitar kota jakarta tercinta ini. ke museum, taman kota, masjid-masjid besar, sesekali mancing ikan (bukan mancing yang lain apalagi memancing keributan), n muter-muter pake motor jadi alternatif saya buat ngelepas penat. temans punya tempat jalan-jalan favorit? share disini juga ya….

life is too short, enjoy it !!!

search box